Balada Viol

Violinarr#Nazar Shah Alam

 

Turunkan sekejap hujan dari jarimu untuk siramku

atau sebagai pembasuh beberapa bagian tubuh

sebagai syarat ibadah, pinta Viol dengan harap

 

lelakinya tersenyum sekali dan tuntas tanpa ucap

tangan kasar itu mencoret-coret kanvas dengan hanya hitam

sama sekali tanpa bentuk—mungkin dia hendak cipta siluet

tapi coretan tersebut lebih menyerupai amuk

 

jari Viol yang lentik berkali-kali mengelus busur sintal

biola lima tahun silam

lelakinya diam dan Viol menatap ke dalam rumah, hatinya

 

siapa bikin gaduh rumah Viol—

rumah purba di tengah padang gulma tinggi

tanpa jalan atau rumah lain atau makhluk atau angin

rumah asing—yang selama ini tenang?

 

Viol mengeluarkan matanya dan mengirim tatap

pada muka kanvas kian pekat dan kian tak berbentuk

lelaki masai berbalik dan tersenyum sekali dan tuntas

mendung lajukan pekat pelan dan lekat

 

sebentar lagi hujan turun Viol, ucap lelaki sembari berbenah

beberapa bercak cat mengotori kaos putih belelnya

rumahnya kecamuk mendengar suara itu

Viol menggesek biola tua pada nada minor

hujan darimukah?

Viol hendak bertanya tapi urung dan menghentikan gesekannya

 

hujan dariku, jawab lelakinya tanpa diketahui sesiapa

dan akan menyirammu lalu untuk kau wudhu

berteduh dan ibadah di hatiku saja sebab hujan tidak akan menyisakan apa-apa

selain dingin dan gigil, ricik dan sunyi

 

Viol patuh pada isyarat tak luruh dari lelakinya

dia berteduh di hati lelaki masai dan lelaki itu dibawa masuk ke hatinya

di tempat teduh mereka tidak mendapatkan apa-apa

selain diam dan harap, guruh dentam dan isyarat tak kasat

 

Pengkostadium, 14 Februari 2013