2 QASIDA 1 KICAU BUL-BUL

18620012_850576038439899_8375714392766262564_nPuisi-puisi yang dimuat di Serambi Indonesia, 9 Juli 2017

QASIDA SENJANG

Engkau dukuh jauh basah kuyup
desah malam sayu lembut
engkau syrik, aku maghrib
kita: dua dahan dihempas gila bayu
tapi enggan menjerit

(Abdya, 2017)

 

QASIDA KITA

Sementara aku menjadi malam
engkau menjelma tidur
dan mimpi kanak-kanak
dan aku jadi dengkur

Kau telah menjadi peluk bagi lelap
rindu yang selalu dicari
suara yang hendak didengar
setiap ramai dan sepi

Aku belantara yang menjadi isyarat
mendung pekat dan hujan kesumat
engkau sungai yang berharap

Aku akar pepohonan
engkau air yang bermakam
di dasar jauh tanah hitam

Kau berubah bunga
aku pencari fana

kau menjadi wangi
aku pecinta lupa diri

(Banda Aceh, 2017)

 

KICAU BUL-BUL

Saya telah menghitung angka-angka terburuk
ketika berjalan di dalam matamu
dan mendengar kicau bul-bul
yang menyusup telingamu

Kami mendengar kicau bul-bul
menyampaikan perihal muka bulan basah
serta desah sepasang manusia menyatukan kelingking
di kamar tengah, sepakat melakukan isra
Sebab negeri sudah dijaga oleh tentara agama

Kami mendengar kicau burung bul-bul
Tidak ada salahnya kau menulis surat
menitip pada purnama pulang

Kami mendengar kicau burung bul-bul
ketika mereka temukan pintu kekalahan
Dan dengan serapah kami rayakan kemerdekaan

(Banda Aceh, 2017)