Ini Ditulis Saat Kepala Saya Sedang Tak Ada Ide Bagus

Ketika menulis ini saya sedang duduk dengan keluarga, istirahat di perjalanan menuju Banda. Kepala saya total tak punya ide bagus untuk digarap jadi tulisan. Sialan, dua hari lalu saya kaya ide dan lupa mencatat di konsep ponsel pintar. Hari ini, entah sebab harus ke sana kemari dan harus berjumpa si anu si ini, kepala saya miskin sama sekali. Lalu saya harus menulis apa? Sudahlah, saya kira satu-satunya cara untuk membuat tulisan adalah menulis. Menulis apa saja. Terserah bagus atau tidak.

Ketika menulis ini saya tidak menyiapkan apa-apa. Tidak ada bahan, tidak juga sesuatu yang bisa disebut semacam hasil penelitian. Satu-satunya kekayaan yang saya rasa miliki adalah kosa kata. Sejatinya itu tabungan. Maksudnya, kosakata itu saya dapatkan dulu, saat saya setiap hari banyak membaca. Sekarang, palingan sehari hanya dapat saya khatamkan satu dua bacaan singkat saja. Itu membuat saya merasa semakin fakir. Kamu tentu sepakat, bahwa sekaya apa pun kita, jika harta itu tidak ditambah melainkan terus dicicip ia akan kekurangan dan lambat laun akan kau rasa kefakiran.

Saya masih beruntung sebab telah menabung (kata) jauh-jauh hari. Setidaknya ketika sesekali kepala saya miskin, saya bisa memanfaatkan tabungan tersebut untuk sekedar bermain-main. Sebatas mengisi bejana yang kosong dengan beberapa tetesan. Setidaknya basahlah ia. Sebab jika terus kerontang, mudah pecah ia.

Saya masih belum menemukan ide bagus untuk digarap sebagai tulisan. Sementara waktu efektif untuk membuat postingan semakin mendekati masa tak aman. Saya telah mencoba mengajak kepala untuk berdamai. Merayu kepala agar mau menumpahkan sedikit isinya. Namun kepala saya enggan berdamai. Sementara anggota keluarga saya berulang kali mengajak saya bicara perihal seru-seru.

Saya benar-benar kewalahan malam ini. Dan jam di ponsel saya telah menunjukkan hampir pukul satu. Kau tahu? Celakanya saya buru-buru sadar bahwa jam di ponsel saya telah dipercepat setengah jam. Itu artinya kepala saya kembali mengajak saya santai.

Saya mulai kembali menyadari betapa pentingnya menabung ide dan menyimpannya di catatan. Tidak sebatas menabung kosakata belaka. Sebab menabung kosakata menuntutmu untuk kembali bekerja. Dan bekerja merangkai kosakata bukanlah perkara mudah. Sementara jika kau menabung ide, tugasmu tidak lagi berat. Hanya perlu cubit dan tempel untuk jadi postingan. Lalu kau bisa tenang. Tidur dengan aman tanpa beban.

Akhirnya, saya terpaksa menyerah. Tidak ada ide bagus benar-benar telah membuat saya mengaku kalah. Tulisan ini saya selesaikan dengan pengakuan bahwa saya telah gegabah. Melepas ide bagus tanpa berpikir itu akan berguna suatu ketika. Keluarga saya masih berbicara tentang hal-hal merekah. Dan saya sesekali menyahut, seolah-olah saya tidak sedang merasa resah. Sudah!