Tak Pernah Menyesal, Tak Perlu Disesalkan

Sungguh saya tidak pernah menyesali dengan sepenuh-penuh sesal setiap kekeliruan keputusan yang pernah saya lakukan pada masa silam. Bahwa beberapa kesalahan kecil juga fatal telah pernah membuat semua cita hampir khatam, saya tidak seberapa memikirkan. Tapi saya juga tidak serta-merta lupa. Segalanya ada di ingatan, sesekali datang sebagai peringatan. Itu membuat saya berpikir, lebih baik melakukan banyak kesalahan daripada mengulang kesalahan yang sama.

Hari ini saya berada di titik baik menurut saya sendiri. Setidaknya sekarang saya lebih menyenangi pekerjaan yang saya geluti. Namun adakalanya di sela renung saya merasa terlalu larut di sini. Kadang saya merasa serupa seorang pemabuk yang mencintai tuak secara berlebihan. Sehingga segala di luarnya seperti fana. Hilang.

 

Ketika mendapatkan sesuatu, kamu akan kehilangan sesuatu. Tentu saja demikian. Khidmat di ruang pengkaryaan membuat saya kehilangan banyak kesempatan menikmati ria pora masa muda. Oh, bukan, yang benar adalah, jauh sebelum masyuk dalam ini ruang saya sudah sangat banyak menyia-nyiakan waktu dan usia. Menikmati masa muda dengan bersenang-senang belaka. Sekarang barangkali sebagai pertobatan. Atau titik balik pada kenyataan.

Sebagai lelaki, saya musti bertanggung jawab dengan kehidupan diri. Kelak saya tidak hanya mencari rezeki untuk hidup, tapi juga untuk menghidupi. Maka saya tidak boleh lagi berleha-leha seperti lazim yang diinginkan anak muda. Saya harus bekerja. Bergerak untuk menemukan titik tuju yang baik dan sejahtera.

Pekerjaan telah mengambil banyak kenikmatan seperti yang pernah dulu saya bayangkan. Saya mengira hidup ini harus merdeka, tanpa beban, tanpa tuntutan, ternyata itu tidak berlaku pada kenyataan. Hidup tetap membutuhkan pegangan. Dan tanpa pekerjaan yang jelas, kau dianggap tak punya setir menuju masa depan.

Lalu kita bertanya, bagaimanakah maksud frasa “pekerjaan jelas” itu? Jawabannya, pekerjaan yang jelas dikerjakan, bukan hanya dikhayalkan, diniatkan belaka, direncanakan saja, diandai-andaikan semata. Dalam makna lain, kau mau tetap bekerja, meski tidak bekerja tetap.

Saya tidak menyesal telah menghabiskan banyak waktu untuk bermain-main pada masa lalu. Itu membuat saya merasa hari ini bisa bekerja lebih tenang. Ingin berpora lagi, sudah bosan karena dulunya sudah sangat sering saya lakukan. Pernah salah jalan pada masa silam membuat saya tahu peta hidup hari ini dan masa depan yang benar. Pernah lalai, sekarang saya sadari betapa berguna setiap detik yang berputar. Pernah malas, sekarang saya sadar betapa nikmat hidup jika rajin dalam sebuah pekerjaan. Pernah jahat, sekarang saya sadar sungguh tenang hidup dalam kebaikan. Pernah urakan, sekarang saya tahu mengapa Umi selalu kesal melihat saya pada masa silam. Pernah playboy, sekarang saya tahu betapa Tuhan Maha Perhitungan dan Islam adalah agama yang benar sebab telah melarang pacaran. Sekian!