Istirahatlah Lampu-Lampu

Apa kabarmu? Lelah. Dan kau perlu istirah. Melepas lunglai lemah dan racau gundah dengan berbagai hiburan. Dengan segenap yang menyenangkan. Yang menyegarkan. Sementara kau telah bekerja seharian, tubuhmu butuh peregangan. Butuh rebahan dan lelap hingga badanmu siap kembali kepada jerat kesibukan. Adakah kau mau diserapahi kala kau sejenak lepas dari setiap kelelahan?

Bayangkan, lampu itu kamu. Dia bekerja penuh setiap hari. Sesekali ia minta memejamkan matanya. Kau gusar tak alang daya. Menyerapahi istirahatnya. Sungguh tega.

Istirahatlah lampu-lampu. Barangkali lelah betul sudah tubuhmu. Terkadang kami memang kelewatan. Jiwa kami tidak berperi-kemesinan. Mestinya kami juga pahami betapa kau juga tidak selamanya kuat bekerja. Ada kalanya kamu perlu masa tenang. Melepas segala kegelisahan dalam beberapa jenak pejam.

Istirahatlah lampu-lampu. Sementara kami punya bulan rekah merayu. Juga ada suluh. Tapi istirahmu jangan keterlaluan. Sesungguhnya kami telah menjadikanmu bagian tak terpisahkan dari kehidupan. Betapa kami membutuhkan kehidupanmu. Kamu trlah melebihi kekasih, ketiadaanmu membuat kami resah dan rentan berserapah, saling menunjuk salah.

Maafkan kami yang kadang lupa menjaga. Membiarkanmu bekerja tidak pada saatnya. Berlebihan mempergunakan tenagamu, entah sebab lupa, malas atau sengaja.

Sekarang, cukuplah tidurmu. Bangun. Kami sudah kembali membutuhkan tenagamu.