Asal Mau Pasti Dapat

Beberapa teman saya kerap mengeluh sebab merasa tidak memiliki pekerjaan. Mereka mengeluh keadaan di mana seolah-olah hidup mereka tidak beruntung sebab tidak memiliki orang dalam di ruang-ruang kerja. Saya, setiap membaca keluhan itu terkadang merasa geli-geli geram gitu. Mau menertawakan, takut dianggap sombong. Mau tegur, takut dianggap sok iya. Diam saja, rasanya tak tega.

Saya tulis ini sebagai pelajaran bagi diri dan semoga berguna bagi teman-teman saya yang sedang dalam keadaan mencari. Bahwa dunia sudah berkembang jauh sekali. Agak-agaknya sekarang sudah bukan masa semata-mata mengandalkan ijazah lagi. Tapi gerak diri. Kemauan bekerja ditambah kecerdasan mencari solusi atas tertutupnya sebuah pintu peluang mendapatkan rezeki.

Faktanya sekarang sangat banyak peluang usaha yang bisa membuat dompet kita selalu berisi. Sekali lagi, asal mau saja, jangan gengsi. Jangan merasa diri sudah tinggi sehingga merasa tidak layak dan tidak mau mengerjakan pekerjaan lain yang tidak sesuai tingkat pendidikan atau diluar daripada yang sudah kita pelajari bertahun-tahun di kampus.

Sekarang kalau mau, sambil duduk-duduk pun bisa dapat pemasukan. Duduk depan komputer atau laptop, misalnya. Bikin postingan di Steemit, bikin bermacam-macam karya seni visual lalu jual di pasar online. Konon lagi mau bergerak. Jualan di kios-kios kecil, pelihara ayam, buka lahan bertani, membuka sanggar belajar berbayar, jadi tukang parkir yang budiman. Bahkan kalau mau, khem mantong itamong peng (ketawa-ketawa saja dapat duit). Tak percaya? Cobalah misal kau jadi penonton bayaran di TV-TV. Lumayan juga dapat jika kau rajin dan mau melakukannya setiap hari.

Intinya, jangan selalu mengeluh lalu menyalahkan orang lain serta pemerintah yang tidak membuka lowongan pekerjaan. Salahmu, terlalu sombong dengan ijazah, terlalu gengsi untuk bekerja hal-hal kecil. Mau instan selalu.

Kamu berpikir semuanya bisa langsung jadi? Tidak, saudaraku. Sebelum di Apache13, saya pernah bekerja jadi kuli, jual kotoran ayam untuk pupuk, diupah jaga kios kecil orang, jualan nasi di Darussalam, menjadi tenaga bikin skripsi, memburuh makalah teman, jual ganja, berjudi batu domino, mengajar di komunitas, mengajar di sekolah, magang di radio, di dinas pendidikan, di sekolah, buka toko desain. Seingat saya, apa pun yang saya kerjakan, saya tidak mengeluh. Tuhan mencatat semua usaha itu.