Beutoi Lagak: Tentang Cantik dengan Jujur

Tapi lagak jih, mak beureukat cilak
Sigo boh beudak, abeh sigunca

Kami tulis lirik lagu ini dan menyanyikannya dengan Teuku Mail sebab risau melihat fakta yang terjadi sekarang. Bahwa sangat banyak orang yang terlihat sangat cantik atau sangat tampan di media sosial, nyatanya tidak demikian di kenyataan kehidupan. Berulang kali kami terjebak dengan realita tersebut. Maka kemudian kami buat lagu ini. Menjadi satir bagi kita semua, menjadi pelajaran berharga niatnya.

Terlalu banyak memang ada semacam tipu-tipu kecil di media sosial. Ada yang ditutupi dari kebenaran yang dimiliki diri. Tidak salah sebenarnya, memang sudah kodrat kita kerap ingin terlihat lebih. Tapi sebaiknya jangan terlalu berlebihan. Takutnya banyak yang kecewa ketika melihatmu dalam kenyataan.

Cantik dan tampanlah kamu dengan baik. Sewajar-wajarnya, sepantas-pantasnya. Tidak berlebih-lebihan, tidak pula dipaksakan. Tentu saja kamu harus merawat diri. Menambah ini itu di rupa agar lebih terpancar aura mempesona yang bisa jadi tersembunyi. Bukan pula dibiarkan begitu saja, terlalu apa adanya. Tak terurus dan alakadar yang sangat sederhana.

Selain rupa, kamu juga harus berpenampilan menarik. Bukan mahal, bukan mewah tak ketulungan. Tapi wajar, pantas kamu kenakan. Tidak ada yang baik dari sesuatu yang berlebihan. Apa pun itu. Dan percuma wajah indah, jika tidak pandai berpakaian akan membuatmu terlihat biasa saja. Pakai parfum jika perlu. Deodorant juga. Sikat gigi. Cuci muka. Pakai minyak rambut. Berjilbab yang wajar dan tepat, jangan asal ikut gaya.

Meskipun keindahan rupa adalah pesona pertama yang bisa membuat seseorang menarik, namun jauh di balik itu sebaiknya indah pulalah engkau di iman dan hati. Sebab kelak wajah akan menyusut keindahannya, sementara yang indah dalam jiwa abadi di sana.