Percobaan Liburan

 
Semalam draf utama tulisan ini selesai. Saya tidak memposting di Steemit bersebab ingin menguji diri. Adakah saya akan rindu jika sehari saja jauh dari ruang ini? Ternyata iya. Saya rindu. Gatal tangan ingin mengisi. Ternyata percobaan liburan saya gagal total. Malam ini, saya tidak bisa lagi sabar. Dan inilah, saya membuat postingan. Materi semalam, ketika saya mengajak diri membuat rencana berjauhan barang sebentar.
 
Sehari penuh saya dihampiri godaan untuk membuat sebuah percobaan. Tentang kebenaran kata-kata Gibran, bahwa seorang yang mencintai akan selalu merasa rindu bahkan walaupun yang dicintainya berada di depan mata. Saya ingin mencoba membenarkannya. Atau membantah untuk diri saya sendiri.
 
Saya merasakan rindu kepada seorang kekasih, rasanya wajar. Setahun tunangan tanpa pacaran, kami tidak pernah lama bisa bertatap, tidak bisa bercakap terlalu banyak bila berjumpa, selalu dikawal keluarga. Jika saya merasa teringat-ingat dia, sangat wajar agaknya. Saya hanya bisa membayang-bayangkan serta membuat rencana untuk bila waktunya nanti kami tiba seperti sepasang kekasih yang telah lama menyimpan rindunya.
 
Saya rindu teman kerabat sebab sudah lama tak semeja cakap dan hujat, minum kopi atau tuak manis, bercengkerama, juga patut belaka. Dalam keadaan berjarak oleh entah apa hal, kamu pasti akan teringat segala kelucuan dan kemeriahan masa silam. Kau menginginkan kembali ke sana atau paling tidak berjumpa lagi untuk sebuah seru cengkerama.
 
Lalu apa yang bisa saya jadikan alasan sebagai tetap rindu meski berdekatan? Pasukan perang Apache13 selalu di depan tatap, kami masih akan terus bersama dalam satu rumah sebab masih sangat banyak pekerjaan yang harus kami selesaikan.
 
Saya ingin rindu menulis. Di depan saya ada laptop, di tangan saya ada ponsel yang sudah jinak dengan jemari, ada buku di meja kerja, ada alat tulis segala. Tidak, saya tidak akan menulis hari ini. Ada beberapa ide bagus untuk saya tuliskan, tapi tidak. Saya biarkan ide itu pergi begitu saja.
 
Dua jam diserang ide, saya tidak tahan. Akhirnya saya tulis ini. Niat awalnya sebatas membuat konsep tak seberapa panjang. Namun kebawaan. Saya tidak bisa berhenti hanya di sinopsis maupun satu paragraf. Baiklah, saya menulis. Menulis hingga khatam.
 
My God, saya hampir kecewa tidak bisa mengalah dengan keinginan menulis. Gagal sudah upaya mencoba diri tahan dari kerinduan. Tapi kemudian, menjelang tulisan ini ditutup, saya ingat, ada satu godaan besar serupa rindu jika saya tidak berada di sana sehari satu. Steemit. Baiklah, saya tidak akan membuat postingan apa-apa malam ini. Maksudnya, malam kemarin. Dan saya akan memposting malam ini.
 
Apakah percobaan saya berhasil? Ya. Saya merasakan rindu yang hebat sehingga hari ini saya membuka platform ini lebih sepuluh kali. Untuk membaca dan menjaga agar bisa lebih tahan lama terhadap guncangan rindu memposting yang luar biasa.