Ichsan Telah Banyak Belajar

Saya telah mencoba mengingat dengan sebaik-baik ingatan, di mana dan bagaimana kami pertama bertemu. Tapi sirna sudah. Pada ikhwal demikianlah saya merasa betapa pentingnya catatan atau rekam pergerakan sebuah kesan. Sebab ingatan, percayalah, hanya di awal-awal belaka tekun berkunjung serupa sahabat, namun setelah banyak waktu dilawat ia bisa khianat.

@lontuanisme alias Ichsan Maulana. Di media sosial lain ia menyingkat namanya, ICM. Tentu saja agar mudah dikenal dan dikenang. Saya curiga penyingkatan ini ada kaitan dengan singkatan nama seorang penulis muda berbakat pada masa itu, NSA. Semoga kecurigaan saya salah. Tapi antara ICM dan NSA memang pernah ada hubungan. Setidaknya mereka pernah duduk semeja dua meja di hadapan kopi dan beberapa potong kue basah. Bercerita mereka tentang segala perkara menyangkut tulis menulis dan berupa-rupa kisah.

Saya tidak begitu banyak mendengar tentangnya. Kabar-kabar di media sosial bisa jadi dusta belaka. Saya tidak mau membaca keadaan seorang teman dari sebuah postingan. Sebab bisa saja dugaan saya salah karena mungkin jadi yang diposting semata apa yang ia pikirkan akan menyedot perhatian. Maka tentang lelaki bertubuh teri ini (saya tidak pernah melihat badannya berisi) saya hanya tahu beberapa gelagat saja.

Bahwa dia masih banyak tanya, banyak bicara dan mendengar lalu menyela. Dia berjiwa jurnalis. Bahwa cara dan gaya dia menulis semakin berkembang. Dia semakin kritis, tentunya. Dia peka dengan berbagai isu dan ya, merekam banyak peristiwa. Dia banyak membaca buku bagus. Dan tentu juga, dia masih kurus dan kurang terurus. Aha, satu lagi sebagai catatan, bahwa menurut saya, orang terlalu kurus tidak cocok pakai kemeja. Dia pakai itu. Kasihan sekali, tidak ada yang mengingatkan dia cara memadupadankan cara berbusana.

Selamat ulang tahun, ICM. Kamu masih muda. Semangatmu harus terus menyala. Harus rajin bercanda. Masa muda bukan waktunya untuk terlalu tegang dan serius. Jaga waktu dan mimpi, buat rencana dan beraksi. Percayalah, tidak ada seorang pun yang bisa tiba ke tujuan tanpa berani mengangkat langkah dan terus berjalan ke arah yang diinginkan. Demikian.