Di Hadapan ET, Semua Lelaki Sama Derajatnya

Awwalu kalam, saya perlu terangkan bahwa ET adalah toko pakaian dalam perempuan paling hits di Banda Aceh. Letaknya di Merduati. Agaknya bagi banyak perempuan, berbelanja di sini semacam menambah gengsi. Mungkin dirasa lebih berkelas dibanding membeli dalaman kiloan di pasar rakyat.

Begitulah perempuan, meski dalaman tidak untuk dipamerkan seperti orang-orang yang berbeda budayanya, mereka tetap merasa perlu memiliki yang berkelas juga. Mungkin itu akan menambah kepercayaan diri mereka di hadapan kaca kamar mandi atau di kamar dengan suami. Atau barangkali memakai pakaian dalam yang dianggap berkelas akan membuat mereka lebih nyaman, bangga hati meski tidak diumbar-umbar.

Beberapa lelaki duduk termangu-mangu di sana. Raut mereka bosan dan masam. Beruntunglah bagi mereka yang punya ponsel bagus dan paket internet full. Setidaknya dengan mengutak-atik ponsel itu kebosanan mereka sedikit pupus. Tapi itu pun sebentar. Bagi mereka yang punya kelihaian mencari teman wicara. Percayalah, di hadapan ET kau akan mudah menemukan teman. Sebab konon menurut bijak kata, orang-orang yang sama penderitaan akan lebih mudah menjadi sepasang teman. Bahkan bisa membangun negara. Di hadapan ET, laki-laki bisa bersepakat untuk ganti presiden. Sementara di dalam sana, perempuan tetap ladat dengan pilihan-pilihan dalaman yang keren-keren.

Di hadapan ET, semua lelaki sama. Kalah, lunglai dan nelangsa. Terserah seberapa besar jabatannya di luar sana, bangku tunggu ET merusak semua. Di sana kau akan jadi penanti yang teruk. Kata teman saya yang baru menikah, keteguhan hatinya teruji habis di sana. Dan agaknya dia menyesal telah membekali istrinya dengan uang belanja yang agak besar.

Semakin besar uang belanja seorang perempuan yang kau antar belanja ke ET, semakin lamalah penantianmu. Berlalat belatung engkau di bangku tunggu. Maka teman saya lekas mengingatkan agar saya tidak “terlalu baik” kepada istri yang kesana minta diantar. “Pegal tulang pinggulmu,” kata teman saya itu.

Perempuan dan ET adalah kemesraan. Laki-laki dan ET adalah penindasan. Namun demi kemaslahatan rumah tangga atau hubungan asmara, laki-laki memang harus tahan untuk tersiksa dalam penantian paling membosankan sekali pun. Barangkali inilah salah satu maksud Tuhan menciptakan laki-laki sebagai makhluk kuat. Agar ketika pasangannya masuk ke pelukan ET, ia tidak mengeluh, konon lagi menghujat.