Karya dan Sayap-Sayap

Maka, ciptakanlah karya-karya. Apa saja. Asal ia bisa membuatmu dikenang sebagai seorang yang pernah berpikir berbeda dari orang kebanyakan. Sebab tidak ‘kan ia disebut karya besar bila kau mengandalkan cara berpikir sama dengan lain orang. Sebab hanya karya yang berbeda saja yang mendapatkan perhatian khusus, dianggap hebat dan kelak ditabalkan sebagai yang patut diperhitungkan. Jika sama, kau akan hilang. Bisa jadi sebab kalah di awal (karena karya yang kau samai lebih besar), bisa pula kalah kemudian (karena yang menyamaimu lebih meyakinkan).

Karya adalah sayap yang akan menerbangkanmu melihat semesta raya lebih jauh, lebih luas, lebih tinggi dari yang lain. Jika kau merawat sayapmu dengan baik, teratur mengumpulkan angin dan landas, di angkasa kau akan bertahan lebih lama. Akan kau temukan segala yang tak terlihat oleh yang tak bertakdir bagus di angkasa luas. Sebaliknya jika kau terus berleha, lemah lunglai serta ogah-ogahan mengumpulkan bayu di sayap, malas mengepak serta landas, selalu merasa diri tak mampu menjelang tinggi cakrawala, akan tetap berdiamlah engkau di bumi raya.

Hanya dirimu sendiri yang akan membuat sayapmu kuat, sekelindan hanya kau sendiri yang mampu membuatnya berhenti terbang pada waktu yang hanya kau sendiri inginkan. Tapi jika sayapmu tak baik dipergunakan, tak butuh waktu lama ke bumi kau akan bermakam.

Burung-burung berpengalaman akan jatuh ke bumi jika ia lalai dan tak baik menjaga sayap. Konon lagi burung-burung kecil yang baru bertunas bulu. Terbanglah sebagai yang dicintai banyak orang. Yang setiap hadirmu membawa semangat dan kebahagiaan. Sebab burung-burung yang dibenci begitu cepat menemui ajal. Bertemu maut dengan cara memalukan. Misal jatuh sendiri ke haribaan bumi sebab di angkasa engkau tak pandai mengatur kepakan. Memalukan.