Peuteumun: Mencintai Secara Jantan

 

 

Dak geuteun ngon peudeung geupoh mate
Hana kusurot le, ka abeh kupike

***

Meskipun dihalang pedang dan dibunuh
Tidak ‘kan kumundur lagi, aku sudah siap.red

(Peuteumun – Shafira ft Apache13: Alb. Saban Sama. Solomon Kingdom ent. 2018)

Cinta tak direstui bukan perkara baru di lintang semesta ini. Sejak lama sudah ada. Kita membaca Laila Majnun, Romeo Juliet, Tenggelamnya Kapal Van der Wijck serta berbagai roman agung lain berbicara tentang betapa getir pilu perasaan mereka yang dihalangi cintanya. Berjuta-juta lagu yang menyampaikan deritanya. Bermacam ragam film dan lain karya lahir sebab ia.

Kita menemukan korban. Terkadang dari mereka lahir peratap hingga patah semangat. Namun tak jarang juga tumbuh para pahlawan asmaraloka yang berupaya teguh menghantam tembok restu dari yang berkuasa memberikannya. Beberapa pejuang berhasil melunakkan hati sang penghalang sehingga restu diberikan, beberapa malah hangus usia lalu mendapat malang, beberapa terpaksa harus tunduk di bawah kuasa kenyataan bahwa ia ditakdirkan berjodoh dengan lain orang.

Demikianlah, saudara sekalian. Kita melihat tidak sedikit orang tua atau wali yang dengan berani menjengkal-jengkal kuasa Tuhan. Jika menurutnya seseorang tidak pantas dijadikan bagian keluarga mereka entahkah sebab tak sama kasta, tak sepadan harta, buruk masa lalunya, tak berbangsa, tak akan diterima. Padahal semua bisa berubah dalam sekejap atau beberapa masa jika Tuhan menghendakinya.

Tapi apakah semua yang dilarang akan terhalang? Nyatanya tidak. Cinta terlarang adalah yang penuh gebu dan api. Mereka yang dihalang akan tumbuh sebagai pemberani. Hiduplah tungku penuh kayu di hati. Dan sebagai lelaki, mundur sebelum hancur lebur bukan pilihan baik sama sekali. Menjadi pengecut tidak akan bisa diceritakan ulang. Tapi remuk dalam memperjuangkan cinta dan kehormatan akan menjadi intan di kotak kaca bening pada hari kemudian.

Itulah mengapa kami menulis lirik lagu “Peuteumun” ini bersama @ikramfahmisy pada suatu hari silam. Bahwa cinta yang pemiliknya saling merasai, menurut kami, harus saling diperjuangkan. Masing-masing membela dengan cara sendiri. Teguh hati. Berani maju bahkan jika pun diancam mati. Tidak mudah kalah dan berhenti. Lagu yang disampaikan oleh Shafira dan Apache13 dengan usaha seluka-lukanya. Betapa pun sayatan pisau cinta selalu perih: menjadi siksa yang pedih tidak harus membuatmu kehilangan semangat memiliki.

Cinta yang baik akan menemui tuannya kelak. Betapa memalukan jika yang ia temukan adalah seorang lemah yang rebah di tilam sebab keputus-asaan. Tapi jika cinta menemuimu dalam keadaan kau tersungkur, semangatmu masih ingin maju, belum kendur, ia akan berkitar-kitar di sepanjang semesta raya menyampaikan pada segenap isi cakrawala betapa ia bahagia memilikimu yang tangguh memperjuangkannya.

Selamat berjuang, wahai engkau yang cintanya dihalang. Bertahan dan bergeraklah hingga usai pertempuran. Jika menang nanti, jagalah cintamu sebaik mungkin. Jangan sia-siakan bunga usahamu ini. Jika kalah, kau juga tak boleh mati. Tatap hidup dengan gagah berani sambil sesekali melihat intan di kotak kaca bening itu. Itu bukti bahwa kau pernah jadi pejuang paling kukuh.