Tempat-Tempat Bertuah di Beskem Kami

Beskem kami berlantai dua. Di lantai bawah, segala kerja beraduk remuk hingga berceruk bentuk. Sementara di lantai atas, segala dengkur dan tidur berbaur campur. Tidak semua tidur di lantai atas. Hanya dua tiga. Terkadang hanya saya belaka. Sesekali ditemani Octavia, hantu dara yang sesekali menunjukkan keberadaannya di sana jika kami usil mengotorinya tempat tinggalnya.

Meski hanya dengkur dan tidur, nyatanya lantai dua telah banyak membuka pintu khayali. Di sanalah kebanyakan saya menggilakan diri. Merancang peran dan coba memerankannya sendiri. Mengagak-agak selera orang banyak, mengacak-acak pola yang bisa mengesankan mereka. Meski kerja seni industri selalu harus mengutamakan nafsu khalayak, tapi egoisme persona kita tidak boleh tercampak. Maka di sini, di kamar yang sejak diinapi istri saya sudah sangat rapi ini, semua ego dipertahankan dengan sejeli-jelinya, sepolitis timses kampung tiap Pilkada.

Namun lantai dua hanyalah pintu. Tempat segala kisah diracik sedemikian rupa adalah di tangga tuju. Betapa mulianya tangga beskem kami itu. Di sana saya merebahkan badan, menikmati khayalan, mencatat dengan baik hingga detail. Ada ruang yang luas di tikungan tangga: simetris dengan tempat tinggal Octavia. Di sana segala akal saya buncah diruah ke lantai. Tiap duduk di sana, ada saja yang melesat dari kepala. Ide-ide cantik sexy serupa Duo Mia.

Di kaki tangga, pada biji kedua biasanya jadi tempat membaca dan main ponsel. Baca buku, baca status media sosial, tulisan-tulisan Steemian, nonton YouTube. Intinya di sini bukan tempat produksi, melainkan kamp menabung amunisi.

Tentu saja kamar mandi. Di atas kloset sehingga memudahkan pantat diserang ambeien. Saya di kamar mandi bisa sampai satu jam. Pernah lebih kalau lagi buntu total namun teman-teman saya meminta segera disodorkan materi untuk perampungan pekerjaan.

Ruang tamu hanya untuk malas-malasan. Sebab di depannya ada studio latihan, maka di studio itu belaka saya bekerja: latihan dan menyuling akal yang sudah siap digarap. Di ruang komputer, itu total kerja. Di bawah tangga, ada dua kasur tergelar, bagus dipakai untuk tidur transit. Bagus juga untuk memantau kerja teman seperti seorang guru pengawas ujian akhir nasional. Muka saya di sana harus sangar. Jika tidak, teman yang bekerja itu akan mengajak saya main PES di komputer kerja. Dan saya akan tergoda. Pasti tergoda!

Wait, ada lawan?