Hoax Sepanjang Abad: Hantu Malam Jumat

Entah sejak kapan cerita paling dusta ini mulai berkembang. Ia masuk kategori hoax paling kuat. Bertahan hingga hitungan abad. Kita semua (saya yakin) pernah mendengar dan ditakut-takuti dengan cerita menyeramkan yang terjadi pada tiap malam Jumat-nya. Ada hantu, bau kemenyan, aroma bunga yang merebak, bayang-bayang aneh, suara-suara asing dan berbagai kisah mistis lain. Hanya malam Jumat. Sekali sepekan. Tidak pada lain malam.

Seperti saudara sekalian, waktu kecil saya amat ketakutan. Jika malam Jumat datang, kami pulang lebih cepat dari balai mengaji. Di jalan yang kelam, kami lomba lari. Dan bila tidak pulang, menjelang tidur di balai mengaji, kamu akan mendengar berbagai kisah-kisah misteri. Mistis dan ngeri. Ada satu dua orang pendusta di antara kalian yang pandai bercerita dan mengaku sudah pernah melihat berupa-rupa penampakan. Ada temannya yang membenarkan dan menjadi penguat kebohongan paling bejat itu. Dan kalian yang hanya mendengar, sungguh celaka, serta merta percaya tanpa berpikir benar salahnya itu cerita.

Hantu malam Jumat, benarkah ada? Baiklah, kita tarik garisnya. Saya curiga barangkali kisah tersebut dimulai dari pengembangan hadist yang disampaikan Abul Husein Ali bin Ahmad al Hakkari yang mengatakan arwah seorang mukmin akan pulang setiap hari Jumat. Percayalah, hadits itu sudah ditelusuri oleh para ulama hadits dan dinyatakan sangat lemah (Wallahu a’lam). Hadits tersebut konon tidak terdapat dalam kitab-kitab hadits yang mu’tamad dan dikenal seperti kitab-kitab shahih, kitab-kitab sunan, kitab-kitab musnad, kitab-kitab jami’, dan lainnya. Ditambahkan dengan berbagai pembuktian bahwa ia cidera.

Namun di kampung-kampung hadits ini masih dianggap bertingkat hasan. Bahkan diabadikan dalam berbagai syair dan qasidah, disampaikan pula di berbagai majelis oleh teungku-teungku. Apa salah? Tidak mutlak. Mungkin boleh disampaikan (tidak disebut hadist, mungkin riwayat atau kisah bijak) untuk tujuan mengingatkan agar kita tidak lupa mendoakan keluarga yang sudah berpulang. Tapi tentu tidak bijak mengajarkan seseorang agar berbuat baik dengan cara berdusta atau menyampaikan kisah yang tidak kuat sumber kebenarannya.

Kembali ke hoax hantu malam Jumat. Kita tentu bertanya, untuk apa hoax ini diciptakan dan dipertahankan hingga sekarang? Padahal hantu bisa datang kapan saja. Tidak berjadwal khusus macam PNS atau guru les. Lalu untuk apa? Percayalah, saudara-saudara, ini hoax diciptakan dan dipertahankan  semata-mata sebagai bahan bagi orang tua menakut-nakuti anak-anaknya. Agar anak-anaknya lekas tidur pada setiap malam Jumat. Kamu tentu tahu supaya apa. Yes, untuk melakukan pergerakan menambah anggota keluarga. Kalau anak-anak tidak lekas tidur, hancur rencana bapak-ibunya. Ahahahahaa