Seulanyan Bahsa Aceh: Prosesi Mengabdikan Diri untuk Negeri

Sejak awal di Apache13 kami sudah sepakat untuk menggunakan bahasa Aceh yang baik, komunikatif dan tidak tebang pilih: maksudnya tidak hanya menggunakan kosakata dalam satu dialek saja. Itu teraminkan dan dimudahkan dengan kenyataan bahwa kelima personil Apache13 berasal dari lima daerah yang berbeda: Aceh Barat Daya, Aceh Barat, Aceh Besar, Pidie dan Langsa. Kami bisa menggunakan kosakata dati dialek mana saja untuk mengisi lirik lagu dan tentunya bisa saling bertanya apakah kosakata tertentu yang diambil dari satu daerah di Aceh bisa dipahami oleh sebagian penikmat di Aceh lainnya.

Kamu pasti merasa bahwa bahasa Aceh sudah berada di jalur kerusakan dengan semakin banyaknya limbah-limbah yang mencemari kemurniannya. Betapa kamu juga terkadang merasa miris bahkan terhadap penguasaan kosakata bahasa Aceh-mu sendiri. Konon lagi ketika kau sadari ada satu dua suku kata bahasa Aceh yang selama ini tidak kau ketahui. Di sanalah kau mencoba mencatat dan bergerak-gerak kecil: mungkin dengan menulis caption atau status berbahasa Aceh, dsb. Tujuanmu, memperkenalkan kembali kata-kata yang baru kau dapatkan itu. Atau sebagai pengingat dirimu sendiri agar tak lupa lagi.

Dan kamu tentu sepakat, mengampanyekan sadar bahasa bukan perkara mudah serta tidak bisa dianggap sepele. Perlu gerakan-gerakan besar dan masif. Menyadari itu, kami berpikir untuk membuka sebuah program di YouTube Solomon Kingdom Entertainment, yaitu Seulanyan Bahsa Aceh alias hari Senin Berbahasa Aceh. Tujuannya semata-mata untuk membuat semacam gerakan penyadaran serta berbagi pengetahuan tentang bahasa Aceh kepada anak-anak muda atawa kaum milenial Aceh saat ini.

Seulanyan Bahsa Aceh juga semacam pengejawantahan betapa kami telah total berkhidmat pada kampanye cinta bahasa Aceh. Memberikan sedikit informasi dan berbagi perihal yang agak-agaknya sudah dilupakan atau memang tidak diketahui sama sekali oleh pemilik sah bahasa ini. Sebagai anak bangsa, kami berusaha berbuat yang berguna. Memberikan sedikit daya bagi tanah lahir ini.

Terlebih pula ada semacam rasa tanggung jawab pada saya sebagai seorang sarjana bahasa. Meski tidak cumlaude dan sempat muak sama itu kampus, tapi pada akhirnya tugas saya sebagai alumni mereka harus tetap dijalankan dengan baik. Saya semakin enggan ke sekolah untuk mengajar dan belum terpikir akan menjadi guru bidang studi Bahasa dan Sastra Indonesia. Agaknya melalui kanal inilah saya bisa mempergunakan pengetahuan yang sedikit ada di saya, yang banyak diberikan di sana.

Seulanyan Bahsa Aceh 99,99% berbahasa Aceh. Tidak ada terjemahannya. Sebab memang di awal-awal ini ia dikhususkan bagi penutur bahasa Aceh. Masih sangat sederhana, apa adanya. Ala kadar tahap minimal luar biasa. Tapi kami rasa ia sudah cukup informatif. Kalian bisa kunjungi kanal Solomon Kingdom Entertainment dan selamat menanti update-nya setiap hari Senin.