Keluarga Tidak Pernah Balas Dendam

Bagaimana pun kamu, ia tetap di sisi. Menjahit segala buruk menjadi baik kembali. Memastikan keadaanmu, menjaga dan membawa engkau pada keadaan terbaik. Keluarga tidak akan pernah tega pergi. Ia tetap di sini. Mengawal jalan hidupmu sepenuh hati.

Jadi apa pun kamu kemudian hari, kepada keluargalah engkau kembali. Entah sebagai orang berhasil atau mungkin sebagai yang kalah tak terperi. Mereka akan menerimamu lagi. Persis sama seperti hari-hari biasa pada masa silam, jauh sebelum kamu bertarung dalam kehidupan.

Keluarga akan memaklumi keadaanmu, namun terus memastikan kau baik-baik saja. Entah kemudian dalam keadaan terbaikmu kau lupa pada mereka. Keluarga tidak pernah tega memerkarakannya. Meski kepada mereka kau alpa setiap di tempat jauh kau senang, namun mereka akan jadi orang pertama yang bersikeras datang bila-bila nasib sekali waktu membuatmu malang. Kau akan dijemput atau diberi pengobatan. Keluarga tidak pernah tega balas dendam.

Keluarga akan memberikan semua yang dimiliki untukmu, tanpa perhitungan ketika kau sangat amat membutuhkan. Ada harta diberi harta, harta tak ada diberi tenaga. Keluarga tidak semata mengandalkan memberi doa. Sebab doa untukmu selalu ada. Sebab kamu selalu dalam cakrawala ingatan mereka.

Maka, ke sanalah engkau sekalian pulang dari pergi yang lama atau sebentar. Kelak atau sekarang. Setelah menang atau meski dalam keadaan kalah perang. Kepada keluargalah segala yang kau dapat dari peluhmu kau ruahkan. Kepada mereka pula segala yang kau dapat dari keluhmu kau curahkan.