Nazar Shah Alam itu?

Nama saya Nazar Shah, Nazar Shah Alam. Pemilik ruang pasung Pengko ini. Jika hendak bertandang ke rumah orang, tentulah kau mesti mengenalnya, atau setidaknya, pura-pura kenal saja. Ah, baiklah. Aku lahir nun di sebuah kampung pesisir bernama Koeta Bakdrien. Konon kata Umi, aku lahir kala matahari baru pecah pada 05 September 1989, di gubuk kecil kami di pinggir sawah. Bertahun kemudian Tuhan menabalkan aku sebagai sulung dari tiga bersaudara.

Ayahku yang rupawan bernama Alamsyah AL, Umiku yang manis dan cerdas itu namanya Armiji AR. Adikku yang segaris baya di bawahku bernama Afzhal Shah, dan yang perempuan namanya Ummira Salvi Shah.

Tahun ke delapan belas setelah aku lahir itu, aku dipaksa Umi untuk kuliah. Di Universitas Syiah Kuala, Fakultas Keguruan. Di sana aku mula menulis, membaca puisi dan dipaksa ikut lomba-lomba.

Bagaimana Perjalananku?

Kawan, menulis telah membuatku bisa hidup selama di Banda Aceh. Selebihnya adalah baca puisi. Tahun 2012, aku bersama teman-teman penulis muda di Banda Aceh membangun Komunitas Jeuneurob sebagai sebuah ruang di mana kami bisa membantu penulis-penulis pemula mengembangkan bakat dan minatnya. Di komunitas inilah segenap perjuangan dan pencapaian tergapai.

Meski sudah menulis dan membaca puisi yang hampir selalu menang di lomba, aku masih penasaran dengan hikayat. Maka begitulah, aku ikut lomba baca hikayat. Menang di sana, aku dapat banyak panggung membaca hikayat.

Di sela-sela berkreativitas, aku juga mengamen. Awalnya untuk amal, kemudian juga kadang untuk bertahan hidup. Karena sering mengamen untuk amal, kami mendapatkan kesempatan main di panggung. Di sanalah dimulai upaya membuat lagu untuk band kami dimulai. Tahun 2015 atas bantuan teman, kami merekam lagu-lagu kami, lalu membuat video setahun setelahnya pada teman lain sebab teman lama tidak kunjung bergerak. Di sela mengamen saya belajar desain. Cukuplah untuk hidup sendiri.

Setelah mengeluarkan album pertama di tahun 2016, aku mulai serius di musik. Membuat lagu, latihan panggung, membuat video musik. Lalu belajar editing video juga. Intinya, aku selalu penasaran dan terus mewanti-wanti diri untuk terus belajar, jangan malas dan harus berkembang.

 

Begitulah sekilas tentangku. Semoga kau punya bayangan yang memadai. Jangan tanyakan ke orang tentang Nazar Shah, sebab yang benar-benar mengenalnya hanya pemilik ruang ini. Aku sendiri!

Saleum Tuwah

“Mwah”

Nazar Shah Alam

0 thoughts on “Nazar Shah Alam itu?

  1. Kau memang kawanku yang gila, gila berbagai alasan, pernah aqu hampir 6 bulan bersamamu kawan setiap pagi aku melihat wajah dan bajumu yang selalu kusut, hahaha (hana megusok), masih terasa bau copi saat pagi yang terbungkus plastik , masih teringat pertama jaga kau tak tau hari itu kita Sekolah kembali< hahah (ecek-ecek) hahaha banyak cerita gila tentang mu saat setiap hari bersamaku….
    kau gila kawan, gila………….. gila…………………..

Leave a Reply to puisi kompas Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *